Senin, 16 Mei 2016

Putri Junjung Buih,Pangeran Suryanata, Lembu Mangkurat, Diriku, Diantara Kerajaan Banjar dan Kutawaringin


Berikut aku ingin mengajak dan memaparkan silsikahku dan keluargaku,,,Diantara Putri Junjung Buih, Kerajaan Banjar dan Kutawaringin, hal ini sengaja dipaparkan agar sanak keluarga, dan semua kerabat mengetahuinya demi Kebaikan generasi yg akan datang, agar mereka tidak bingung di saat mereka di tanyakan tentang silsilah mereka,,,
BAIKLAH,,,,,,,
Kita kembali ke lorong waktu pada masa lalu,,yg kita tdk pernah mengalaminya,,,
PADA JAMAN DAHULU , di sebuah negeri yg bernama negeri Keling ada seorang saudagar yg sangat kaya raya, orang tersebut bernama Saudagar JANTAM yg mana beliau mempunyai anak laki laki dan perempuan, di antaranya Saudagar Mangkubumi dengan mempunyai beberapa orang anak, antara lain,,,:
1, LEMBU MENGKURAT.
2. LEMBU DJATAWINAGIRI ( EMPU JATMIKA )
3. DEWI KUMALASARI.
4. SRIWIJAYA., DAN
5. SEKAR GADING,,,
Alkisah,,,ketika Ayahnda Lembu Mangkurat masih hidup, beliau berwasiat /berpesan kepada anak_anak nya terutama kepada Lembu Mangkurat dan Lembu Djayawinagiri dengan pesannya..
" BILAMANA BELIAU MANGKAT ATAU MENINGGAL DUNIA NANTI, SUPAYA LEMBU MANGKURAT DAN SAUDARA NYA BERBAIK_BAIKLAH, KARENA NEGERI KELING NANTI AKAN TERJADI HURU HARA YG SANGAT BESAR SEKALI, OLEH KARENA ITU SEGERALAH TINGGALKAN KANLAH NEGERI INI,,,"
Maka dari itu agar Lembu Mangkurat meninggalkan negeri Keling dan segala harta kekayaannya, harta yang ditinggalkan itu, agar disedekahkan kepada fakir miskin, dan yang boleh dibawa adalah apa yang dapat dimuati Lembu Mangkurat saja. Dan bilamana Lembu Mangkurat pergi ke tempat yang baru...agar membawa sopan santun sebagai ciri dari orang yang baik, dengan bahasa yang halus, bawalah ayam betina...dan bilamana menjadi orang yang besar , ambilah langkah baik dan benar, sekalipun menemui rintangan, haruslah tetap bermurah hati, dan berbelas kasih kepada semua orang tua yang fakir dan miskin, janganlah berniat jahat, dan bersikap adil lah kepada segala hal, disamping itu jangan berniat mendurhakai terkecuali menemui halangan dan rintangan  yang tidak baik, dan jangan  merampas, merebut hak milik orang lain, tetapi carilah jalan yang baik dan wajar...
      Alkisah menurut riwayat yang telah di utarakan diantara dari anak Saudagar tersebut (ayahnda Lembu Mangkurat )...masing-masing mempunyai istri dan suami, seperti :
1. Lembu Djayawinagiri  ( Empu Jatmika ) sudah beristri,
2. Dewi Kumalarawan ( Dewi Kumalasari ) bersuamikan Sultan Zulkarnain.
3. Dewi Sriwijaya bersuamikan Nabi Khaidir As....
Sedangkan yang belum berkeluarga di antara mereka hanyalah Lembu Mangkurat saja...

Nah....selang beberapa waktu lamanya, setelah memberikan wasiat tersebut Saudagar Mangkubumi itupun meninggal dunia,,,setelah sepeninggalnya Lembu Mangkurat pun menjalankan semua wasiat yang sudah dipesankan ayahnda,,,dan tidak satupun yang tidak dilaksanakan, semuanya berjalaan seperti apa yang sudah dipesankan oleh ayahndanya...
Setelah selesai melaksanakan amanah yang disamapaikan, maka Lembu Mangkurat pun merencanakan kepergiannya untuk meninggalkan  Negeri Keling ( negeri asalnya ) bersama saudaranya, diantaranya Lembu Djayawinagiri.
Kemudian berangkatlah Lembu Mangkurat dengan  pengikutnya serta dengan segala perlengkapannya dengan menaiki sebuah Bahtera yang bernama " PRABAJAKSA ", yang di ikuti oleh perahu-perahu pengikutnya.....
      Didalam menempuh perjalanan yang  untuk menuju negeri yang baru. memerlukan waktu yang sangat panjang....berhari-hari...bermalam-malam....perahu Lembu Mangkurat mengarungi lautan yang luas...yang mungkin tidak dapat kita bayangkan, bagaimana perjalanannya saat itu...
Setelah sekian lama mengarungi samudera dan lautan....dan pada suatu hari, bertepatan pada waktu shubuh hari mereka menemukan suatu pulau di ujung tanah, dan disinilah Lembu Mangkurat berlabuh dan mengarahkan bahteranya dan menaiki daratan tersebut. Namun...sebelum Lembu Mangkurat menginjakan kakinya pada tanah tersebut beliau selalu mengingat wasiat dari ayahndanya yang di terimanya dan harus dijalaninya...wasiat tersebut berbunyi : " Bilaman engkau mencari temapat di negeri yang baru, maka carilah tanah yang harum baunya, bukan tanah yang berbau, dan hindarilah  tanah yang berbau busuk ,,,dan jika Engkau sudah menemukan tanah yang harum tersebut, maka jadikanlah tempat tinggalmu, atau menjadikannya negeri sebagai tempat tinggalmu yang baru..."
Berdasarkan wasiat itulah maka Lembu Mangkurat pun melaksanakannya, karena bertepatan di ujubg tanah itu, beliau mencium tanah yang harum baunya, dan berkatalah Lembu Mangkurat kepada dirinya sendiri dan pengikutnya,,, "  Disinilah aku bertahan, bersama pengikut, dan penggiring-penggiringku, seperti saudagar Lembu Djayawinagiri, Patih Baris, Patih Pasi, dan penggapit serta punggawa kanan dan punggawa kiri, dan semua tenaga akan aku kerahkan serempak..."
   merkapun semuanya bekerja untuk membuka tempat baru tersebut,,,menit berganti jam,,,jam berganti hari....hari berganti mimggu,,,mimggu berganti bulan...dan seterusnya....
setelah sekian lama...akhirnya terwujudlah negeri yang baru yang diinginkan Lembu Mangkurat..
Karena Beliaulah negeri baru itu terwujud...serta beliaulah yang menjadi Pemimpin Pertama di negeri itu yang dibanti oleh  Lembu Djayawinagiri dan Penggapitnya...
Dan di tempat itu pulalah, dibuatkan sebuah CANDI, yang mana di dalam sebuah candi tersebut dibuatkan sebuah  PATUNG  yang terbuat dari bahan KAYU CENDANA yang sangat harum baunya, yang di ibaratkan sebagai Seorang SANG RATU ( RAJA) yang dipuja dan dihormati, yang setiap perintahnya harus di turuti,...karena Lembu Mangkurat  merasa bukanlah seorang Raja/Ratu  yang berhak untuk  menjadi pemimpin  pengikutnya,,,tapi beliau hanyalah seorang Mangkubumi atau seoarang menteri  utama saja.....
     Namun,,,,karena Ratu/ Raja belum ada ditengah mereka, maka PATUNG yang berada di dalam CANDI tersebutlah yang sering mereka Puja dan Puji, sebagai rasa hormat mereka, karena pada saat itu Ratu/Raja adalah orang mempunyai Kesaktian dan Titisan Para Dewa...
Setelah sekian waktu lamanya...mereka tinggal di negeri baru  tersebut.....pada suatu malam  didala tidurnya Lembu Mangurat bermimpi bertemu dengan ayahndanya yang sedang bersemedi, dan beliau berkata kepada Lembu Mangkurat  " Agar Lembu Mangkurat mencari Sang RATU/RAJA  yang sebenarnya , dan untuk mencarinya BELIAU HARUS BERTAPA DAN BERHALUAT DI ATAS AIR   DENGAN  BERHARUM-HARUMAN DI SEBUAH LANTING AYANG BERPAGAR MAYANG DAN BERTENDENG KAIN PUTIH.."..
====bersambung====



Senin, 19 Oktober 2015

MASUKNYA KYAI GEDE KE KUTAWARINGIN, BAGIAN 3( terakhir)

Baiklah, saya akan melanjutkan kisah masuknya Kyai Gede, bagian ini adalah bagian yg terakhir dari kisah masuknya Kyai Gede je Kutawaringin,,,, Karena Kyai Gede sudah menjadi salah satu keluarga dari para DEMANG tersebut, sedikit demi sedikit Beliau mengajarkan dan berdakwah kepada mereka terang Kebenaran agama Islam, yang mana ajaran agama islam tersebut sudah beliau dapatkan dari Kerajaan Demak,. Dengan fi disertai Niat dan keinginan yg tulus agar agama Islam bisa berkembang di tempat tinggal yg barunya ini, serta dengan semangat ugal tidak putus asa , akhirnya Kyai Gede pun berhasil menyakinkan mereka tentang Agama Tauhid yaitu agama Islam,,, Nah,,,demikianlah sekelumit kisah tentang bagaimana masuknya Kyai Gede dan berkembangnya agama Islam di Kutawaringin. Karena Jasa beliau serta Ridhonya Allah Swt. Maka kita akan melihat kehidupan warga masyarakat Kutawaringin seakan kental dengan nuansa Islam. Semoga Ajaran Kyai Gede tentang Islam, baik ilmu unk kebaikan dunia dan akhirat, serta akhlak yg baik seorang Muslim benar_benar dapat di terapkan dalam kehidupan sehari hari, agar tercipta masyarakat yg benar benar diridhoi Allah Swt, amin Sebelum saya mengakhiri cerita ini,,,, Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa " masuknya Kyai Gede ke Kutawaringin tanpa adanya Perseteruan atau perkelahian terlebih dahulu., apalagi sampai mengadu kesaktian dengan warga setempat, khususnya para DEMANG_ DEMANG,,kalau ada cerita begitu saya tidak tau sumbernya dari mana. Adapun versi cerita yg saya tulis ini, saya ambil berdasarkan cerita dari nenek saya " RATU SURYA binti Pangeran Begawan ( Raja Muda Kutawaringin ),,, serta berasal dari cerita yg di tulis Orang Tua saya yg bernama "GUSTI MASHUDA BIN PANGERAN SURYA ANAS BIN PANGERAN KELANA PERBUWIJAYA BIN PANGERAN BEGAWAN ( RAJA MUDA KUTAWARINGIN) BIN PANGERAN SUKMANEGARA YG BERGELAR PANGERAN PAKUNEGARA, SULTAN KE XII KERAJAAN KUTAWARINGIN BIN PANGERAN RATU IMANUDIN, SULTAN KE IX KERAJAAN KUTAWARINGIN,,yg di tulis pada tgl 12 nopember 1978. Sekedar menambah wawasan , orang_orang Suku GAMBU ( penduduk asli) atau orang tanah darat menyebut Kyai Gede seorang NIAGA ( YIAGA ) yang artinya orang islam yg berdagang atau berusaha,, dan sebaliknya Kyai Gede menyebut mereka para penduduk asli dengan Sebutan MAMA ( MARINA ) yang dengan kata lain yg BERARTI PAMAN ATAU ORANG TUA, sebagai penghormatan Kyai Gede kepada mereka yg menerima beliau sebagai warga masyarakat sekaligus keluarga mereka melalui ikatan perkawinan atau pernikahan. nah,,kepada masyarakat, khususnya masyarakat pribumi ( sekarang ini di sebut suku dayak) dan melayu yg ada di Aliran sungai Arut dan lamandau, harus mengetahui sejarah ini, sebagai dasar atau pijakan unk selalu bersatu padu dalam kebaikan,,, Demikianlah sekelumit kisah tentang kedatangan Kyai Gede dari DEMAK ke Kutawaringin Lama, yg sekarang ini di kenal sebagai Penyebar Agama Islam di Kutawaringin dan sekitarnya,,, Semoga dengan adanya sedikit cerita ini, dapat bermanfaat unk kita semua,,khususnya generasi yang akan datang nanti sebagai bahan pengetahuan dalam cerita sejarah di kotawaringin,,, Dan,,semoga kita semuanya mendapatkan Hikmah dan pelajaran dari cerita ini. Sekian,,,,,



Rabu, 08 Juli 2015

MASUKNYA KYAI GEDE KE KUTAWARINGIN, BAGIAN 2,,,

     

Bagian 2.
    Karena Kyai Gede mengatakan dengan hati yg tulus, dan jujur, maka mereka pun( suku dayak GAMBU) menerima beliau dengan tangan terbuka serta tidak melakukan hal_hal yg merugikan Kyai Gede,,,karena pada umumnya sifat masyarakat pedalaman tdk mengganggu seseorang yg pendatang atau orang yg mau bertempat tinggal di wilayah mereka, selama orang pendatang tersebut berlaku baik dan sopan, serta menghormati adat istiadat warga setempat, seperti kata pepatah orang tua dahulu " jangan lah kau membawa ayam jantan apabila ditempat orang, namun ayam betina,tetapi tdk mau bila di dikawinkan, karena tidak akan mati ular mencurup rampu ( mencurup rampu = masuk ke dalam semak belukar ) arti dari peribahasa tersebut adalah bahwa tidak akan mati seseorang hanya di sebabkan seseorang itu merendahkan diri nya selama itu di jalan yg benar, namun sebaliknya akan membuat orang tersebut menjadi orang yg disenangi oleh siapa pun yg melihatnya, namun apabila seseorang itu membawa sifat yg tidak baik, maka semua orang akan membencinya. Begitulah apa yg di alami Kyai Gede, karena beliau datang kebaikan maka beliau pun diterima oleh penduduk pribumi SUKU DAYAK GAMBU KUTAWARINGIN. Bahkan bukan itu saja, karena kebaikan serta Pengetahuannya, beliau menjadi orang yg terhormat dan di segani oleh masyarakat sekitarnya, pengangkatan tersebut dilakukan oleh para DEMANG (Pemimpin masyarakat suku dayak GAMBU) pada saat itu, bukan hanya itu saja, karena pergaulan beliau yg ramah kepada siapapun, dan tingkah lakunya yang bersahaja membuat para DEMANG ingin sekali menjadi kan beliau sebagai menantu mereka, namun unk menjadikan beliau menantu tersebut harus melewati berbagai tahapan,,,salah satunya adalah perang tanding, yg mana perang tanding di sini,adalah suatu simbol pada saat itu, apabila seseorang ingin mengambil anak gadis seseorang untuk dijadikan Istrinya, maka orang tersebut harus bisa menjaga dan melindungi anak gadis tersebut dari gangguan orang lain, nah unk menyatakan keinginan Demang tersebut, maka hal tersebut di sampaikan kepada Kyai Gede, beserta persyaratannya,,,mendengar penjelasan dan itikad baik dari para DEMANG tersebut, Kyai Gede pun menerima tawaran Para Demang tersebut,,,namun Kyai Gede pun,,,meminta dan mengajukan persyaratan kepada para DEMANG tersebut, Beliau berkata " saya adalah seorang muslim, ajaran saya mengatakan ,saya hanya boleh menikah hanya sesama muslim,,,oleh karena itu, apabila saya memenangkan perang tanding sebagai persyaratan untuk menjadikan salah satu dari putri kalian unk menjadi istri saya, maka sebelum saya menjadikan dia istri saya, terlebih dahulu dia harus mengikuti Keyakinan saya, agar hubungan kami syah sebagai suami istri, dan apabila syarat saya ini tidak di setujui, maka dengan segala hormat, saya tidak bisa menerima tawaran ini,,," Mendengar uraian dari Kyai Gede,,,para DEMANG berdiskusi, setelah mempertimbangkan dengan baik_baik, mereka pun akhirnya menerima tawaran Kyai Gede,,,setelah semuanya sudah siap maka perang tanding pun di mulai,,, Karena perang tanding ini di adakan oleh para DEMANG unk mencari menantu atau pasangan hidup puterinya, para masyarakat sangat antusias sekali menyaksikannya,,mereka yg hadir bukan saja dari Kutawaringin,tapi dari dusun_ dusun yg jauhpun berdatangan,, Perang tanding di hari pertama di mulai,,,Perkelahian tanpa senjata atau dengan tangan kosong,,,pada tahapan ini para DEMANG menerjunkan jagoan, yang mana waktu yg sudah diberikan habis, dan jagoan para DEMANG tidak bisa merobohkan/mengalahkan Kyai Gede,maka Kyai Gede di nyatakan sebagai pemenang, setelah melakukan pertarungan yg sengit, sampai batas waktu yg ditentukan, para jagoan Demang tersebut belum mampu mengalahkan Kyai Gede,akhirnya sesuai dengan aturan yg sudah di tetapkan, maka Pemenangnya adalah Kyai Gede,,,,agar perang tanding berlaku adil, maka perang tanding akan dilanjutkan pada hari esoknya, dengan tujuan agar Kyai Gede dapat memulihkan tenaganya kembali,, Keesokan harinya,Perang tanding pun di mulai lagi, dengan peraturan ugal sama, namun cara bertarung yg berbeda, di hari kedua ini "pertarungan menggunakan senjata tajam, walaupun menggunakan senjata tajam namun pertarungan ini, tidak unk membunuh,,," jagoan yg diterjunkan Demang menggunakan senjata khas mereka yaitu " MANDAU",,, di sini ada dua versi yg mengatakan jenis senjata yg digunakan Kyai Gede, ada yg mengatakan Kyai Gede menggunakan Pedang, dan versi lainnya lagi mengatakan bahwa Kyai Gede menggunakan senjata MANDAU juga, unk melakukan perang tanding itu,,,sebagai penghormatan beliau kpd Senjata khas Suku Dayak GAMBU tersebut,,, Pada peperangan kedua ini Kyai GEDE selalu terdesak, karena mungkin cara penggunaan senjata MANDAU tersebut beliau kurang menguasai, namun walaupun demikian, sampai waktu tiba. Beliau tdk dapat di jatuhkan,,, Nah,,,pada hari ketiga ini ,pertarungan menggunakan Kesaktian, hari ke tiga inilah yg menentukan yg menentukan, apakah Kyai Gede dapat bertahan atau tidak,,,atas kehendak Allah Swt akhirnya Kyai dapat memenangkan pertandingan tahap ketiga ini,,, Setelah melalui tahapan tersebut, dan Kyai Gede pun di anggap pantas unk menjadi menantu salah satu DEMANG tersebut.,, ( disinilah ada versi berbeda, karena ada yg mengatakan, kedatangan Kyai Gede ke Kutawaringin di awali dengan perang tanding,,padahal perang tanding tersebut dalam rangka menentukan pasangan hidup anak dari pare DEMANG) Sampai jumpa di episode selanjutnya,,

Minggu, 21 Juni 2015

MASUKNYA KYAI GEDE KE KUTAWARINGIN



MASUKNYA KYAI GEDE KE KUTARINGIN.
Kutawaringin adalah tumpah darah kelahiran ku, yg dibangun atau yg di dirikan oleh Pangeran Adipati Antakusuma pada tahun 1685 masehi, beliau adalah putera ke 2 ( dua)  Sultan Mustainubillah dari kerajaan Banjar,kalimantan selatan, yg memerintah pada abad ke 17 M.
Adapun Pangeran Adipati Antakusuma , sebelum beliau menjAdi Sultan di Kutawaringin, beliau tinggal di lingkungan Kerajaan BANJAR bersama Ayahandanya
Nah,,,sebelum beliau   ke kampung Pangkalan Batu ( sekarang namanya Kutawaringin), sudah ada terlebih dahulu seorang Niaga atau seorang pendatang yg bergelar KYAI GEDE DARI   DEMAK, sejak tahun 1518 M.
Kyai Gede sebenarnya bukan nama sebenarnya Beliau,,,nama gelar tersebut diambil dari tubuh/ badan beliau yg agak sedikit besar dari masyarakat lokal saat itu, GEDE ARTINYA BESAR, sedangkan kata KYAI merupakan gelar yg di berikan kpd seseorang yg mempunyai kelebihan, dan kebetulan beliau mempunyai Pengetahuan di bidang Agama ISLAM.
Maka Kyai Gede artinya orang berbadan besar  yg mempunyai Pengetahuan tentang Agama, khususnya Agama Islam
Menurut setengah riwayat yg di dapatkan dari generasi ke generasi dari kerajaan Kutawaringin mengatakan bahwa Kyai Gede itu datang dari kerajaan Demak, yaitu kerajaan Islam yg pertama di pulau Jawa. Dan beliau sendiri ADALAH Pemimpin Pasukan Demak yg akan menyerang Pasukan musuh,,,,,
Bagaimanakah Kyai Gede masuk ke Kutawaringin .????
Alkisah yg sudah di ceritakan dari Neneknda kami " RATU SURYA PUTRI DARI PANGERAN BEGAWAN KESUMA ALAM"
Pada saat itu, di negeri asal Kyai Gede telah di lakukan persiapan melakukan peperangan  unk menghadapi musuh, namun sebelum melakukan peperangan itu ,,,Kyai Gede sudah di jumpai dan di berikan nasehat oleh orang yang sudah tua, yg beliau juga tidak mengenalnya, orang tua tersebut menyarankan kepada Kyai Gede ; Agar tidak melakukan perkelahian bahkan peperangan pada hari jumat ini, karena hari jum,at,,,adalah hari yg baik bagi  umat islam
Namun nasehat dari tua tersebut tidak dihiraukan oleh Kyai Gede, beliau tetap berangkat unk melanjutkan rencananya dalam berperang tersebut,
Setelah melakukan peperangan yg  melelahkan,,korban pun berjatuhan di dua belah pihak,,,,,
Entah ,,,,,,,,apa yg terjadi dan karena sebab apa " Kyai Gede" dapat di kalah kan dan di takluk  lah musuh, akhirnya Kyai Gede pun ditangkap dan di buang je laut dengan sebuah rakit sebagai hukuman kpd beliau yg kalah berperang. Mungkin, karena di bawa arus air laut pada saat itu,lama kelamaan KYAI GEDE pun akhirnya terdampar atau tembus ke suatu tempat yg bernama "BATU AJI " ( cerita masuk nya Kyai Gede je Kutawaringin, sampai saat ini, belum ada di temukan data yg otentik, cerita tersebut., Dari turun.temurun saja ) Kemudian dari sinilah Kyai Gede terus melanjutkan perjalanannya milir yaitu berjalan mengikuti aliran sungai lamandau, hingga akhirnya beliau sampai pada sebuah kampung , yg oleh penduduk setempat kampung tersebut dinamakan " KAMPUNG TANJUNG PANGKALAN BATU" Setelah bertahan beberapa saat di TANJUNG PANGKALAN BATU, ( saat bertahan di TANJUNG PANGKALAN BATU, tidak ada yg mengetahui secara pasti, entah 1 hari, 3 hari,atau berapa hari beliau bertahan, sebelum melanjutkan perjalanannya,) BELIAU pun melanjutkan perjalanannya ke sebelah Hilir, yg mana jaraknya kurang Lebih seperempat Kilometer dari Tanjung Pangkalan Batu, namun ditempat ini Kyai Gede kurang betah, karena pada saat Beliau tinggal sebentar dan bermalam di tempat itu, beliau merasakan tempat itu kurang baik, dan tidak menyenangkan menurut perasaan beliau. Karena beliau yakin di tempat itu tidak bagus unk bermukim, maka beliau pun mudik lagi ke kampung yg di laluinya, di mana setelah KYAI GEDE naik ke darat. Beliau merasa heran dan takjub, karena di tempat tersebut sudah ada penduduk asli yg juga mempunyai seorang Pemimpin yg di sebut dengan "Demang_demang"dari suku tanah darat atau yg di sebut dengan "SUKU GAMBU,,," Agar tidak terjadi kesalahpahaman antara Kyai Gede dengan Orang Asli tersebut (SUKU GAMBU ,"tersebut, maka Kyai Gede pun menjelaskan maksud kedatangannya dan sampai nya beliau di tempat ini ,,, Karena Kyai Gede menjelaskan dengan penuh kejujuran dan dengan bahasa yg sopan santun, maka suku GAMBU pun menerima beliau dengan tangan yg terbuka dan melakukan sesuatu yg merugikan Kyai Gede,,, Bersambung,,,, (Kira nya cukup di sini dulu,insya Allah,,nanti akan saya lanjutkan kembali cerita nya),