Silsilah dari Ibunda kami Gusti Normasari...
Jumat, 02 September 2016
Jumat, 20 Mei 2016
silsilah penulis bloq
Silsilah dari sebelah Ama ( ayah )
Sultan IX, Pangeran Ratu Imanuddin,
Mempunyai anak :
Diantaranya SULTAN XII, PANGERAN SUKMA NEGARA,,
MEMPUNYAI ANAK :
Diantaranya,,, 1. Pangeran Begawan ( Raja Muda Kotawaringin ), mempunyai anak diantaranya PUTRI MARGASARI ( RATU SURYA) menikah dengan PANGERAN SURYA ANAS PUTRA DARI PANGERAN KELANA PERBUWIJAYA, ( Pangeran Kelana Perbuwijaya adalah adik dari Pangeran Begawan, oleh karena itu nenek dan kakek ku sepupu sekali,,)
######Kemudian mereka mempunyai anak####
Diantaranya,, GUSTI MASHUDA + Gusti Normasari binti Gusti Ahmad bin Gusti Abdulgani bin Gusti Kusin ( atau yg di kenal Pangeran Kusin/Pangeran Terbang, Kandangan, kelua,,,
Nenek sebelah ibu ku bernama GUSTI NOORBAYAH BINTI GUSTI SUASA BIN PANGERAN ABDULLAH BIN PANGERAN ISCHAK ( amuntai ),,
####anak_anak beiau ( orang tua ku)
, 1. Gusti M. Zaril, SH.
2. Gusti Srimastora
3. Drs. H. GST. M. Imansyah,
4. Gusti Hidayat
5. H. Gusti Salehansyah
6. Gusti( Utin ) Margawati,
7. GUSTI RASYIDIN ( saya sendiri )
Demikian silsilah saya, Semoga bermanfaat,, dan maaf apabila ada kesalahan dlm penulisan nama keluarga....
Sultan IX, Pangeran Ratu Imanuddin,
Mempunyai anak :
Diantaranya SULTAN XII, PANGERAN SUKMA NEGARA,,
MEMPUNYAI ANAK :
Diantaranya,,, 1. Pangeran Begawan ( Raja Muda Kotawaringin ), mempunyai anak diantaranya PUTRI MARGASARI ( RATU SURYA) menikah dengan PANGERAN SURYA ANAS PUTRA DARI PANGERAN KELANA PERBUWIJAYA, ( Pangeran Kelana Perbuwijaya adalah adik dari Pangeran Begawan, oleh karena itu nenek dan kakek ku sepupu sekali,,)
######Kemudian mereka mempunyai anak####
Diantaranya,, GUSTI MASHUDA + Gusti Normasari binti Gusti Ahmad bin Gusti Abdulgani bin Gusti Kusin ( atau yg di kenal Pangeran Kusin/Pangeran Terbang, Kandangan, kelua,,,
Nenek sebelah ibu ku bernama GUSTI NOORBAYAH BINTI GUSTI SUASA BIN PANGERAN ABDULLAH BIN PANGERAN ISCHAK ( amuntai ),,
####anak_anak beiau ( orang tua ku)
, 1. Gusti M. Zaril, SH.
2. Gusti Srimastora
3. Drs. H. GST. M. Imansyah,
4. Gusti Hidayat
5. H. Gusti Salehansyah
6. Gusti( Utin ) Margawati,
7. GUSTI RASYIDIN ( saya sendiri )
Demikian silsilah saya, Semoga bermanfaat,, dan maaf apabila ada kesalahan dlm penulisan nama keluarga....
Senin, 16 Mei 2016
Putri Junjung Buih,Pangeran Suryanata, Lembu Mangkurat, Diriku, Diantara Kerajaan Banjar dan Kutawaringin
Berikut aku ingin mengajak dan memaparkan silsikahku dan keluargaku,,,Diantara Putri Junjung Buih, Kerajaan Banjar dan Kutawaringin, hal ini sengaja dipaparkan agar sanak keluarga, dan semua kerabat mengetahuinya demi Kebaikan generasi yg akan datang, agar mereka tidak bingung di saat mereka di tanyakan tentang silsilah mereka,,,
BAIKLAH,,,,,,,
Kita kembali ke lorong waktu pada masa lalu,,yg kita tdk pernah mengalaminya,,,
PADA JAMAN DAHULU , di sebuah negeri yg bernama negeri Keling ada seorang saudagar yg sangat kaya raya, orang tersebut bernama Saudagar JANTAM yg mana beliau mempunyai anak laki laki dan perempuan, di antaranya Saudagar Mangkubumi dengan mempunyai beberapa orang anak, antara lain,,,:
1, LEMBU MENGKURAT.
2. LEMBU DJATAWINAGIRI ( EMPU JATMIKA )
3. DEWI KUMALASARI.
4. SRIWIJAYA., DAN
5. SEKAR GADING,,,
Alkisah,,,ketika Ayahnda Lembu Mangkurat masih hidup, beliau berwasiat /berpesan kepada anak_anak nya terutama kepada Lembu Mangkurat dan Lembu Djayawinagiri dengan pesannya..
" BILAMANA BELIAU MANGKAT ATAU MENINGGAL DUNIA NANTI, SUPAYA LEMBU MANGKURAT DAN SAUDARA NYA BERBAIK_BAIKLAH, KARENA NEGERI KELING NANTI AKAN TERJADI HURU HARA YG SANGAT BESAR SEKALI, OLEH KARENA ITU SEGERALAH TINGGALKAN KANLAH NEGERI INI,,,"
Maka dari itu agar Lembu Mangkurat meninggalkan negeri Keling dan segala harta kekayaannya, harta yang ditinggalkan itu, agar disedekahkan kepada fakir miskin, dan yang boleh dibawa adalah apa yang dapat dimuati Lembu Mangkurat saja. Dan bilamana Lembu Mangkurat pergi ke tempat yang baru...agar membawa sopan santun sebagai ciri dari orang yang baik, dengan bahasa yang halus, bawalah ayam betina...dan bilamana menjadi orang yang besar , ambilah langkah baik dan benar, sekalipun menemui rintangan, haruslah tetap bermurah hati, dan berbelas kasih kepada semua orang tua yang fakir dan miskin, janganlah berniat jahat, dan bersikap adil lah kepada segala hal, disamping itu jangan berniat mendurhakai terkecuali menemui halangan dan rintangan yang tidak baik, dan jangan merampas, merebut hak milik orang lain, tetapi carilah jalan yang baik dan wajar...
Alkisah menurut riwayat yang telah di utarakan diantara dari anak Saudagar tersebut (ayahnda Lembu Mangkurat )...masing-masing mempunyai istri dan suami, seperti :
1. Lembu Djayawinagiri ( Empu Jatmika ) sudah beristri,
2. Dewi Kumalarawan ( Dewi Kumalasari ) bersuamikan Sultan Zulkarnain.
3. Dewi Sriwijaya bersuamikan Nabi Khaidir As....
Sedangkan yang belum berkeluarga di antara mereka hanyalah Lembu Mangkurat saja...
Nah....selang beberapa waktu lamanya, setelah memberikan wasiat tersebut Saudagar Mangkubumi itupun meninggal dunia,,,setelah sepeninggalnya Lembu Mangkurat pun menjalankan semua wasiat yang sudah dipesankan ayahnda,,,dan tidak satupun yang tidak dilaksanakan, semuanya berjalaan seperti apa yang sudah dipesankan oleh ayahndanya...
Setelah selesai melaksanakan amanah yang disamapaikan, maka Lembu Mangkurat pun merencanakan kepergiannya untuk meninggalkan Negeri Keling ( negeri asalnya ) bersama saudaranya, diantaranya Lembu Djayawinagiri.
Kemudian berangkatlah Lembu Mangkurat dengan pengikutnya serta dengan segala perlengkapannya dengan menaiki sebuah Bahtera yang bernama " PRABAJAKSA ", yang di ikuti oleh perahu-perahu pengikutnya.....
Didalam menempuh perjalanan yang untuk menuju negeri yang baru. memerlukan waktu yang sangat panjang....berhari-hari...bermalam-malam....perahu Lembu Mangkurat mengarungi lautan yang luas...yang mungkin tidak dapat kita bayangkan, bagaimana perjalanannya saat itu...
Setelah sekian lama mengarungi samudera dan lautan....dan pada suatu hari, bertepatan pada waktu shubuh hari mereka menemukan suatu pulau di ujung tanah, dan disinilah Lembu Mangkurat berlabuh dan mengarahkan bahteranya dan menaiki daratan tersebut. Namun...sebelum Lembu Mangkurat menginjakan kakinya pada tanah tersebut beliau selalu mengingat wasiat dari ayahndanya yang di terimanya dan harus dijalaninya...wasiat tersebut berbunyi : " Bilaman engkau mencari temapat di negeri yang baru, maka carilah tanah yang harum baunya, bukan tanah yang berbau, dan hindarilah tanah yang berbau busuk ,,,dan jika Engkau sudah menemukan tanah yang harum tersebut, maka jadikanlah tempat tinggalmu, atau menjadikannya negeri sebagai tempat tinggalmu yang baru..."
Berdasarkan wasiat itulah maka Lembu Mangkurat pun melaksanakannya, karena bertepatan di ujubg tanah itu, beliau mencium tanah yang harum baunya, dan berkatalah Lembu Mangkurat kepada dirinya sendiri dan pengikutnya,,, " Disinilah aku bertahan, bersama pengikut, dan penggiring-penggiringku, seperti saudagar Lembu Djayawinagiri, Patih Baris, Patih Pasi, dan penggapit serta punggawa kanan dan punggawa kiri, dan semua tenaga akan aku kerahkan serempak..."
merkapun semuanya bekerja untuk membuka tempat baru tersebut,,,menit berganti jam,,,jam berganti hari....hari berganti mimggu,,,mimggu berganti bulan...dan seterusnya....
setelah sekian lama...akhirnya terwujudlah negeri yang baru yang diinginkan Lembu Mangkurat..
Karena Beliaulah negeri baru itu terwujud...serta beliaulah yang menjadi Pemimpin Pertama di negeri itu yang dibanti oleh Lembu Djayawinagiri dan Penggapitnya...
Dan di tempat itu pulalah, dibuatkan sebuah CANDI, yang mana di dalam sebuah candi tersebut dibuatkan sebuah PATUNG yang terbuat dari bahan KAYU CENDANA yang sangat harum baunya, yang di ibaratkan sebagai Seorang SANG RATU ( RAJA) yang dipuja dan dihormati, yang setiap perintahnya harus di turuti,...karena Lembu Mangkurat merasa bukanlah seorang Raja/Ratu yang berhak untuk menjadi pemimpin pengikutnya,,,tapi beliau hanyalah seorang Mangkubumi atau seoarang menteri utama saja.....
Namun,,,,karena Ratu/ Raja belum ada ditengah mereka, maka PATUNG yang berada di dalam CANDI tersebutlah yang sering mereka Puja dan Puji, sebagai rasa hormat mereka, karena pada saat itu Ratu/Raja adalah orang mempunyai Kesaktian dan Titisan Para Dewa...
Setelah sekian waktu lamanya...mereka tinggal di negeri baru tersebut.....pada suatu malam didala tidurnya Lembu Mangurat bermimpi bertemu dengan ayahndanya yang sedang bersemedi, dan beliau berkata kepada Lembu Mangkurat " Agar Lembu Mangkurat mencari Sang RATU/RAJA yang sebenarnya , dan untuk mencarinya BELIAU HARUS BERTAPA DAN BERHALUAT DI ATAS AIR DENGAN BERHARUM-HARUMAN DI SEBUAH LANTING AYANG BERPAGAR MAYANG DAN BERTENDENG KAIN PUTIH.."..
====bersambung====
Jumat, 18 Maret 2016
Jumat, 15 Januari 2016
Senin, 19 Oktober 2015
MASUKNYA KYAI GEDE KE KUTAWARINGIN, BAGIAN 3( terakhir)
Baiklah, saya akan melanjutkan kisah masuknya Kyai Gede, bagian ini adalah bagian yg terakhir dari kisah masuknya Kyai Gede je Kutawaringin,,,,
Karena Kyai Gede sudah menjadi salah satu keluarga dari para DEMANG tersebut, sedikit demi sedikit Beliau mengajarkan dan berdakwah kepada mereka terang Kebenaran agama Islam, yang mana ajaran agama islam tersebut sudah beliau dapatkan dari Kerajaan Demak,. Dengan fi disertai Niat dan keinginan yg tulus agar agama Islam bisa berkembang di tempat tinggal yg barunya ini, serta dengan semangat ugal tidak putus asa , akhirnya Kyai Gede pun berhasil menyakinkan mereka tentang Agama Tauhid yaitu agama Islam,,,
Nah,,,demikianlah sekelumit kisah tentang bagaimana masuknya Kyai Gede dan berkembangnya agama Islam di Kutawaringin.
Karena Jasa beliau serta Ridhonya Allah Swt. Maka kita akan melihat kehidupan warga masyarakat Kutawaringin seakan kental dengan nuansa Islam.
Semoga Ajaran Kyai Gede tentang Islam, baik ilmu unk kebaikan dunia dan akhirat, serta akhlak yg baik seorang Muslim benar_benar dapat di terapkan dalam kehidupan sehari hari, agar tercipta masyarakat yg benar benar diridhoi Allah Swt, amin
Sebelum saya mengakhiri cerita ini,,,,
Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa " masuknya Kyai Gede ke Kutawaringin tanpa adanya Perseteruan atau perkelahian terlebih dahulu., apalagi sampai mengadu kesaktian dengan warga setempat, khususnya para DEMANG_ DEMANG,,kalau ada cerita begitu saya tidak tau sumbernya dari mana.
Adapun versi cerita yg saya tulis ini, saya ambil berdasarkan cerita dari nenek saya " RATU SURYA binti Pangeran Begawan ( Raja Muda Kutawaringin ),,, serta berasal dari cerita yg di tulis Orang Tua saya yg bernama "GUSTI MASHUDA BIN PANGERAN SURYA ANAS BIN PANGERAN KELANA PERBUWIJAYA BIN PANGERAN BEGAWAN ( RAJA MUDA KUTAWARINGIN) BIN PANGERAN SUKMANEGARA YG BERGELAR PANGERAN PAKUNEGARA, SULTAN KE XII KERAJAAN KUTAWARINGIN BIN PANGERAN RATU IMANUDIN, SULTAN KE IX KERAJAAN KUTAWARINGIN,,yg di tulis pada tgl 12 nopember 1978.
Sekedar menambah wawasan , orang_orang Suku GAMBU ( penduduk asli) atau orang tanah darat menyebut Kyai Gede seorang NIAGA ( YIAGA ) yang artinya orang islam yg berdagang atau berusaha,,
dan sebaliknya Kyai Gede menyebut mereka para penduduk asli dengan Sebutan MAMA ( MARINA ) yang dengan kata lain yg BERARTI PAMAN ATAU ORANG TUA, sebagai penghormatan Kyai Gede kepada mereka yg menerima beliau sebagai warga masyarakat sekaligus keluarga mereka melalui ikatan perkawinan atau pernikahan.
nah,,kepada masyarakat, khususnya masyarakat pribumi ( sekarang ini di sebut suku dayak) dan melayu yg ada di Aliran sungai Arut dan lamandau, harus mengetahui sejarah ini, sebagai dasar atau pijakan unk selalu bersatu padu dalam kebaikan,,,
Demikianlah sekelumit kisah tentang kedatangan Kyai Gede dari DEMAK ke Kutawaringin Lama, yg sekarang ini di kenal sebagai Penyebar Agama Islam di Kutawaringin dan sekitarnya,,,
Semoga dengan adanya sedikit cerita ini, dapat bermanfaat unk kita semua,,khususnya generasi yang akan datang nanti sebagai bahan pengetahuan dalam cerita sejarah di kotawaringin,,,
Dan,,semoga kita semuanya mendapatkan Hikmah dan pelajaran dari cerita ini.
Sekian,,,,,
Langganan:
Postingan (Atom)









