Senin, 27 Oktober 2025

Part. IX. "Antara Aku, Putri Junjung Buih dan Kesultanan Banjar


 Kemudian beliau bermusyawarah bersama Patih dan punggawa - punggawanya, atau penggapit- penggapit- lainnya dengan tujuan mencari kan suami yang terbaik, yang layak dan pantas untuk Putri Junjung Buih.

Setelah memikirkan baik dan buruknya, akhirnya Lembu Mangkurat memberanikan diri unk berbicara kepada Putri Junjung Buih akan maksud dan tujuannya menghadap Putri Junjung Buih.  Dengan wajah yg tertunduk, dengan suara sedikit bergetar Lembu Mangkurat pun menyampaikan apa yg menjadi pikirannya. 

"Wahai... Tuan Putri yang kami Muliakan, ijinkanlah hamba menyampaikan sesuatu, yang selama ini menjadi beban pikiran hamba...!" Ucap Lembu Mangkurat dengan suara yang pelan, sambil sebentar memandang Putri Junjung Buih.

"Silahkan....Pamanda Lembu Mangkurat, sampaikanlah, selama unk kebaikan kita semua..." Jawab Putri Junjung Buih, dengan suara yang ringan, Tapi penuh dengan wibawa.

" Ampun....Tuan Putri, sekali lagi hamba mohon ampun, bila apa yg hamba sampaikan ini nanti, tidak berkenan di hati  Tuan Putri.... hamba mohon ampun yg sedalam dalamnya....' Ucap Lembu Mangkurat dengan penuh kehati-hatian, karena apa yg ingin di sampaikan ya ini berkenaan dengan perasaan Tuan Putri Junjung Buih...

" Lanjutan.lah...Pamandaku  Lembu Mangkurat,..apa yang di sampaikan..!" Balas Putri Junjung Buih, seakan-akan ingin memberikan rasa nyaman kepada Lembu Mangkurat, bahwa apapun yg  ingin di sampaikannya  dia tidak akan marah.

" Baiklah...Tuanku Putri. .. mohon ampun Tuanku Putri, bila hamba lancang..." ucap Lembu Mangkurat dengan suara bergetar. Kemudian lanjutnya lagi.... " Apakah Tuan Putri Junjung Buih suka atau tidak, apabila hamba Carikan seorang suami sebagai pendamping Ruan Putri, Dan jika Tuan Putri  Junjung Buih suka dan berkenan, maka hamba akan mencarikannya, namun jika Tuan Putri Junjung Buih tidak berkenan,. maka itulah keputusan Tuan Putri." setelah mengatakan hal itu, wajah Lembu Mangkurat seperti terlihat tegang, antara harapan dan penolakan terbayang bayang di pikirannya. Suasana sedikit hening, angin seakan berhenti berhembus. Tidak ada suara yang terdengar, kecuali napas yang tertahan. Di saat suasana seperti terlihat tegang.. Tiba tiba terdengar suara dari Tuan Putri Junjung Buih.

"Terimakasih...Pamanda ku Lembu Mangkurat, atas perhatianmu kepada aku." Jawab Putri Junjung Buih memecah kesunyian sesaat itu...

" Baiklah... Pamanda, aku terima, serta aku sangat suka sekali, atas saran dan tawaran darimu, untuk mencarikan aku seorang suami. Namun dengan syarat carilah seorang suami yang lahirnya tidak melalui seperti manusia pada umumnya... juga syarat lainnya, Bila kehendak dan syaratnya itu tidak terpenuhi, maka  batalkanlah , atau tidak usah mencarikan aku suami..!" Ucap Putri Junjung Buih lagi kepada Lembu Mangkurat dengan penuh kepastian dan kewibawaan.

Mendengar jawaban dari Putri Junjung Buih,  lembu Mangkurat terlihat senang, namun dia terus berpikir, bagaimana dapat menemukan seorang suami dengan syarat tersebut.. 

" Terimakasih Tuan Putri,.. baiklah hal ini akan hamba musyawarahkan kembali .. ijinkanlah hamba pamit,.." ucap Lembu Mangkurat, dengan suara perlahan, sembari kakinya melangkah mundur, untuk meninggalkan Tuan Putri. Setelah berpamitan dengan Tuan Putri , Lembu Mangkurat kembali menemui para pengikutnya, unk bermusyawarah tentang syarat syarat yang di sampaikan Putri Junjung Buih...

🙏Bersambung...ke Part. X





Rabu, 22 Oktober 2025

Part. VIII. Antara Aku, Putri Junjung Buih dan Kesultanan Banjar

 Adapun nama yg di berikan oleh Lembu Djayawinagiri kepada kedua anak nya tersebut adalah sesuai dengan mimpi setelah mendapat kan bunga tersebut., nama yang diberikan adalah SUKMARAGA DAN PATMARAGAA.

Selanjutnya lembu Djayawinagiri Kepada saudaranya Lembu Mangkurat, sembari mengabarkan bahwa dia sekarang telah mendapatkan 2 orang putra, dan akan kembali di bawa nya ke  tempat yg semula, yaitu CANDI  LARAS  CANDI AGUNG, negeri Lembu Mangkurat di mana terdapat Raja / Ratu Putri Junjung Buih bersemayam.

Nah....kita kembali ke cerita Lembu Mangkurat, yang mana keberadaan Putri Junjung Buih pikiranya. Namun pikiran itu bukan pikiran jahat, melainkan pikirannya yang sangat baik. Kemudian beliau bermusyawarah bersama Patih dan punggawa - punggawa

Senin, 20 Oktober 2025

Part. VII # Antara Aku, Putri Junjung dan Kesultanan Banjar.


 Kemudian Atas permintaan Putri Junjung Buih, di buat lah candi Putri Junjung Buih dari kayu Batung Batulis (tingkat tujuh). Permintaan itu segera di laksanakan oleh lembu Mangkurat, setelah selesai Putri Junjung Buih pun bersemayam dalam mahligai candi tersebut beserta para pengikut pengikutnya. Yg terdiri dari Perawan Sunti, Anak Patih dan para penggawa yg ada, sebagai pengasuh Putri dengan bahasa Inang Pengasuh.

   Selamat Ratu Putri Junjung Buih bersemayam, lembu Mangkurat selalu menjaga nya, beserta hulubalang dan pengawalnya untuk keselamatan Raja/ Ratue Putri Junjung Buih.  Karena Putri Junjung Buih sudah ada dan di daulat menjadi Ratu, maka Lembu Mangkurat menjadi Menteri atau Mangku bumi yg pertama dan utama yg bertanggungjawab dalam menyusun tata Krama negri, dengan di bantu beberapa orang Patih dan penggapit penggapitnya.

   Nah... sejenak, kita tinggal kan dulu kisah lembu Mangkurat dan Ratu Putri Junjung Buih.  Seperti yg sudah di ketahui bahwa Lembu Mangkurat mempunyai seorang saudara yg bernama Lembu Djayawinagiri .  ( Empu Djatmika). Seperti halnya lembu Mangkurat mendapatkan mimpi dari ayahndanya dlm menjemput Putri Junjung Buih. Maka Empu Djayawinagiri pun mendapatkan mimpi juga dari ayahndanya. Namun berbeda dlm menjalankan nya. Dalam mimpinya itu, Ayahnda empu Djayawinagiri berkata : " Agar ia bertapa di sebuah gunung bersama istrinya."

 Setelah bermimpi tersebut, Lembu Djayawinagiri menjalankan apa yg telah di perintahkan Ayahndanya kepadanya. Setelah beberapa saat mereka bertapa, tanpa di sangka sangka ,Lembu Djayawinagiri di jatuhi 2 kelopak bunga yg sangat baik' serta sangat harum sekali baunya, yg mana jatuhnya tepat di atas pangkuan Lembu Djayawinagiri. Kemudian bunga tersebut di berikan kepada ibu ku istrinya. Karena bunga yg di berikan itu indah dan harum, dengan serta Merta istri nya mencium bunga tersebut. Akibat mencium bunga tersebut istri Lembu Djayawinagiri menjadi hamil, dan seiring dengan waktu,lama kelamaan Istri lembu Djayawinagiri pun melahirkan 2 orang anak kembar.....

Bersambung....


 

Sabtu, 11 Oktober 2025

Part. VI # Antara Aku, Putri Junjung, dan Kesultanan Banjar.


Dan, apabila permintaan tersebut sudah di penuhi, maka Lembu Mangkurat  segera menjemput Putri Junjung Buih dengan segala kebesaran yg sudah semestinya. Penyambutan Putri Junjung Buih ini sangat meriah sekali, harum haruman mengisi udara pada saat itu, sehingga orang orang yg hadir di situ merasa sangat takjub akan kedatangan Putri Junjung Buih.

Tidak berapa lama kemudian, Lembu Mangkurat Putri Junjung dan rombongan sampai lah di negerinya...Namun sebelum turun dari tempatnya, Putri Junjung Buih meminta kepada Lembu Mangkurat unk mempersiapkan Mahligai untuknya.

Mendengar Titah itu, Lembu Mangkurat pun memberitahukan kepada Putri Junjung Buih,..dan beliau berkata : 

"Bahwa Mahligai sudah siap tersedia, yaitu " Candi, yg dulu di bangun Lembu Mangkurat yg di dalamnya  ada sebuah patung yg terbuat dari kayu Cendana sebagai sesembahan atau sebagai Sang Raja untuk di puja dan puji.....

Mendengar hal itu Putri Junjung Buih tidak mau masuk ke dalam candi tersebut., dan beliau berkata, Bahwa Beliau tidak mau masuk selama di dalamnya masih ada patung....