Kemudian beliau bermusyawarah bersama Patih dan punggawa - punggawanya, atau penggapit- penggapit- lainnya dengan tujuan mencari kan suami yang terbaik, yang layak dan pantas untuk Putri Junjung Buih.
Setelah memikirkan baik dan buruknya, akhirnya Lembu Mangkurat memberanikan diri unk berbicara kepada Putri Junjung Buih akan maksud dan tujuannya menghadap Putri Junjung Buih. Dengan wajah yg tertunduk, dengan suara sedikit bergetar Lembu Mangkurat pun menyampaikan apa yg menjadi pikirannya.
"Wahai... Tuan Putri yang kami Muliakan, ijinkanlah hamba menyampaikan sesuatu, yang selama ini menjadi beban pikiran hamba...!" Ucap Lembu Mangkurat dengan suara yang pelan, sambil sebentar memandang Putri Junjung Buih.
"Silahkan....Pamanda Lembu Mangkurat, sampaikanlah, selama unk kebaikan kita semua..." Jawab Putri Junjung Buih, dengan suara yang ringan, Tapi penuh dengan wibawa.
" Ampun....Tuan Putri, sekali lagi hamba mohon ampun, bila apa yg hamba sampaikan ini nanti, tidak berkenan di hati Tuan Putri.... hamba mohon ampun yg sedalam dalamnya....' Ucap Lembu Mangkurat dengan penuh kehati-hatian, karena apa yg ingin di sampaikan ya ini berkenaan dengan perasaan Tuan Putri Junjung Buih...
" Lanjutan.lah...Pamandaku Lembu Mangkurat,..apa yang di sampaikan..!" Balas Putri Junjung Buih, seakan-akan ingin memberikan rasa nyaman kepada Lembu Mangkurat, bahwa apapun yg ingin di sampaikannya dia tidak akan marah.
" Baiklah...Tuanku Putri. .. mohon ampun Tuanku Putri, bila hamba lancang..." ucap Lembu Mangkurat dengan suara bergetar. Kemudian lanjutnya lagi.... " Apakah Tuan Putri Junjung Buih suka atau tidak, apabila hamba Carikan seorang suami sebagai pendamping Ruan Putri, Dan jika Tuan Putri Junjung Buih suka dan berkenan, maka hamba akan mencarikannya, namun jika Tuan Putri Junjung Buih tidak berkenan,. maka itulah keputusan Tuan Putri." setelah mengatakan hal itu, wajah Lembu Mangkurat seperti terlihat tegang, antara harapan dan penolakan terbayang bayang di pikirannya. Suasana sedikit hening, angin seakan berhenti berhembus. Tidak ada suara yang terdengar, kecuali napas yang tertahan. Di saat suasana seperti terlihat tegang.. Tiba tiba terdengar suara dari Tuan Putri Junjung Buih.
"Terimakasih...Pamanda ku Lembu Mangkurat, atas perhatianmu kepada aku." Jawab Putri Junjung Buih memecah kesunyian sesaat itu...
" Baiklah... Pamanda, aku terima, serta aku sangat suka sekali, atas saran dan tawaran darimu, untuk mencarikan aku seorang suami. Namun dengan syarat carilah seorang suami yang lahirnya tidak melalui seperti manusia pada umumnya... juga syarat lainnya, Bila kehendak dan syaratnya itu tidak terpenuhi, maka batalkanlah , atau tidak usah mencarikan aku suami..!" Ucap Putri Junjung Buih lagi kepada Lembu Mangkurat dengan penuh kepastian dan kewibawaan.
Mendengar jawaban dari Putri Junjung Buih, lembu Mangkurat terlihat senang, namun dia terus berpikir, bagaimana dapat menemukan seorang suami dengan syarat tersebut..
" Terimakasih Tuan Putri,.. baiklah hal ini akan hamba musyawarahkan kembali .. ijinkanlah hamba pamit,.." ucap Lembu Mangkurat, dengan suara perlahan, sembari kakinya melangkah mundur, untuk meninggalkan Tuan Putri. Setelah berpamitan dengan Tuan Putri , Lembu Mangkurat kembali menemui para pengikutnya, unk bermusyawarah tentang syarat syarat yang di sampaikan Putri Junjung Buih...
🙏Bersambung...ke Part. X

Tidak ada komentar:
Posting Komentar